Oleh:
ABD
SHOMAD ZAINY ABDULLAH
SEKALI AKU GENGGAM
TAKKAN PERNAH AKU LEPAS
DAN SEKALI AKU LEPAS TAKKAN PERNAH AKU KEJAR
proposal cinta
…kekasihku, hanya ada satu cinta dalam diriku, dan semuanya itu tidak akan pernah kuserahkan kepada siapapun.
aku akan menjaganya, memeliharanya, karena cinta dalam diriku sudah menjadi milikmu…
hari ini, aku memberikan komitmenku kepadamu.
aku memberikan komitmen diriku untuk mencintai kamu tanpa syarat,
hanya mencintai kamu dalam suka dan duka, kelimpahan dan kekurangan.
sampai habis nafasku, aku tidak akan pernah berhenti mencintai kamu.
Sudah enam bulan aku menjalani hari hari bersama kekasihku. Waktu
berlalu dengan sangat cepat. Aku merasa seperti baru sebentar jatuh
cinta kepadanya. Dan bahkan sampai hari ini, setiap hari aku merasa
seperti jatuh cinta lagi kepadanya.
Kembali mengingat enam
bulan yang lalu… benar sekali yang dikatakan kekasihku. Hubungan kami
bermula dari hal yang sangat tidak biasa. Dan aku tidak pernah mengira,
bahwa hidupku akan menjadi luar biasa karenanya.
Aku mengenalnya dari dunia maya sekitar bulan Februari 2008. Kami pun chatting hanya sebentar, saling kenalan, ngobrol sekilas, dan beberapa hari kemudian aku sudah meremove id-nya dari messenger list-ku (hiks… koq tega banget ya aku).
Saat itu benar benar tidak terbayang dia akan menjadi
pendamping hidupku, menjadi kekasih yang sangat kucintai, dan menjadi
pelabuhan cintaku yang terakhir. Bahkan tidak terbayang di anganku akan
jatuh cinta kepadanya, sekalipun kami chatting kembali saat
dia menyapaku dua bulan kemudian. Terlebih lagi aku juga sudah menutup
hatiku rapat rapat untuk hal yang satu ini. Tetapi hatiku tidak bisa
berbohong. Hanya dalam beberapa hari chatting
yang menguras tenaga, juga waktu kerja dan tidur ( hahaha.. yang ini
aku bener2 nekat sayang… udah terlanjur kesengsem ma kamu sich), setiap
hari aku semakin menyukainya.
Chatting secara maraton dari pagi kembali ke pagi kujalani selama beberapa hari. Setiap melihat id-nya online,
hatiku seperti melompat gembira. Setiap harus pamitan karena mata sudah
menuntut haknya untuk beristirahat, hati ini rasanya beraaat sekali
berpisah dengannya… walau untuk beberapa jam. Waktu kerja dan tidurku
bergeser tak tentu arah, terpaksa harus mengikuti jadwalku yang tidak
bisa lepas darinya (…hhh… saat itu pasti orang orang yang kerja
bersamaku stress berat ngliatin cara kerjaku). Aku belum
tau bahwa perasaan itu adalah cinta. Yang aku inginkan setiap hari
adalah ngobrol dan membuat dia tertawa, membuat dia bahagia. Aku ingin
memastikan bahwa dia akan bahagia selamanya. Hatiku saat itu penuh
harapan untuk kebahagiaannya. Aku tidak pernah menyangka, aku akan
menjadi kebahagiaannya (…duh… bangganya sayang).
Saat
itu aku tidak tau bagaimana dia… jangankan mendengar suaranya, melihat
fotonya pun aku belum pernah… tetapi aku jatuh cinta padanya. Fiiuuh… mulai saat itu aku
benar2 tidak bisa menghilangkan dia dari pikiranku . Sampai hari ini
pun, hal itu tidak masuk di akalku. Jatuh cinta tanpa tau siapa orang
itu, bahkan wajahnya pun aku belum tau. Bagaimana jika setelah aku
menemuinya.. ternyata dia bukan tipeku… hhh… benar2 nekat… Tapi apa
daya, hatiku tidak bisa berbohong. Aku merindukan dia.
Akhirnya…
dengan tekad dan penuh semangat perjuangan aku mengajukan yang
kunamakan proposal cinta kepadanya. Yah, aku bilang padanya kalau aku
sayang dia. Saat itu aku belum tau apakah dia merasakan perasaan yang
sama atau tidak… tetapi aku tetep nekat mengungkapkan isi
hatiku. Keadaan kekasihku sebagai L-mom dan
jauhnya jarak diantara kami, tidak menghalangiku untuk jatuh cinta
padanya. Bahkan sebenarnya, aku pun tidak mampu menghalangi diriku untuk tidak jatuh cinta padanya.
Saat
kuingat kembali, aku benar2 bersyukur dengan kenekatanku saat itu.
Karena saat aku mengatakan perasaanku padanya, kekasihku pun mulai
merasakan hatinya untukku. Duh… bahagianya mengetahui bahwa aku tidak
bertepuk sebelah tangan. Benih yang mulai tumbuh di hati kami, bertumbuh
subur karena kami saling jatuh cinta. Dua minggu setelah kami chatting
kembali, aku sudah menjadi kekasihnya (benar2 super kilat ya
sayang…hehehe).
Sampai
saat ini, hari hari bahagia selalu kulalui bersamanya. Setiap hari
dalam hidup kulalui dengan kegembiraan dan tawa. Dia selalu membawaku
terbang tinggi ke awan, menikmati indahnya cahaya cinta yang berpendar
dari hatinya. Dibiarkannya aku berenang dalam lautan kebahagiaan dari
aliran cintanya. Setiap hari aku menikmati manisnya madu cinta yang dia
berikan.
Sayang…
betapa aku mencintai kamu dengan sepenuh hatiku. Terimakasih untuk
kebahagiaan ini. Sejak aku mengenalmu dan mencintaimu, hari hariku tidak
pernah sama lagi. Terimakasih sayang.







0 komentar:
Posting Komentar