Mahasiswa Sumenep Demo Kejari
Rabu, 20 Februari 2013 10:41:58 WIB
Reporter : Temmy P.
Sumenep (beritajatim.com) - Sekitar 25 mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), Rabu (20/02/13) berunjuk rasa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Mereka memprotes mengendapnya sejumlah kasus-kasus korupsi di Sumenep.
"Kasus-kasus korupsi di Sumenep banyak yang tidak selesai. Mengendap di tangan Kejaksaan. Ini bukti Kejaksaan tidak serius menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Sumenep. Kejaksaan tidak punya taring," kata Korlap aksi, Hasmi.
Para mahasiswa menyebut sejumlah kasus korupsi yang dianggap terbengkalai, yakni dugaan raibnya dana participating interest (PI), dugaan korupsi pembelian tanah SMA Batuan, dugaan penyimpangan bantuan stimulasi perumahan swadaya (BSPS), dan sejumlah kasus korupsi lainnya.
"Ini menimbulkan tanda tanya bagi kami. Ada apa sebenarnya dengan bapak-bapak di Kejaksaan? Jangan-jangan sudah terjadi transaksi kasus oleh oknum jaksa di Kejari Sumenep. Para Jaksa yang seharusnya menjadi penegak hukum, seolah-olah justru bekerja sama dengan para koruptor!" teriak Hasmi.
Karena itu, para mahasiswa menuntut Kepala kejaksaan Negeri Sumenep mundur dari jabatannya, apabila tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi di Sumenep. "Kami minta komitmen tegas dari Kejari untuk menuntaskan kasus korupsi. Kejari juga harus siap memberikan perkembangan proses penegakan hukum pada KMS. Kalau tidak. Pak Kajari harus mundur dari jabatannya!" tuntut Hasmi.
Aksi sempat memanas ketika mahasiswa memaksa untuk menerobos masuk ke kantor Kejaksaan Negeri Sumenep yang dipagar betis oleh aparat kepolisian. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan. Beruntung suasana bisa diredam ketika Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep bersedia menemui mahasiswa. Akhirnya 5 perwakilan para pengunjuk rasa pun masuk untuk berdialog dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep. [tem/but]
sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2013-02-20/162490/Mahasiswa_Sumenep_Demo_Kejari_
Rabu, 20 Februari 2013 10:41:58 WIB
Reporter : Temmy P.
Sumenep (beritajatim.com) - Sekitar 25 mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), Rabu (20/02/13) berunjuk rasa ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Mereka memprotes mengendapnya sejumlah kasus-kasus korupsi di Sumenep.
"Kasus-kasus korupsi di Sumenep banyak yang tidak selesai. Mengendap di tangan Kejaksaan. Ini bukti Kejaksaan tidak serius menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Sumenep. Kejaksaan tidak punya taring," kata Korlap aksi, Hasmi.
Para mahasiswa menyebut sejumlah kasus korupsi yang dianggap terbengkalai, yakni dugaan raibnya dana participating interest (PI), dugaan korupsi pembelian tanah SMA Batuan, dugaan penyimpangan bantuan stimulasi perumahan swadaya (BSPS), dan sejumlah kasus korupsi lainnya.
"Ini menimbulkan tanda tanya bagi kami. Ada apa sebenarnya dengan bapak-bapak di Kejaksaan? Jangan-jangan sudah terjadi transaksi kasus oleh oknum jaksa di Kejari Sumenep. Para Jaksa yang seharusnya menjadi penegak hukum, seolah-olah justru bekerja sama dengan para koruptor!" teriak Hasmi.
Karena itu, para mahasiswa menuntut Kepala kejaksaan Negeri Sumenep mundur dari jabatannya, apabila tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus dugaan korupsi di Sumenep. "Kami minta komitmen tegas dari Kejari untuk menuntaskan kasus korupsi. Kejari juga harus siap memberikan perkembangan proses penegakan hukum pada KMS. Kalau tidak. Pak Kajari harus mundur dari jabatannya!" tuntut Hasmi.
Aksi sempat memanas ketika mahasiswa memaksa untuk menerobos masuk ke kantor Kejaksaan Negeri Sumenep yang dipagar betis oleh aparat kepolisian. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi pun tak terhindarkan. Beruntung suasana bisa diredam ketika Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep bersedia menemui mahasiswa. Akhirnya 5 perwakilan para pengunjuk rasa pun masuk untuk berdialog dengan Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep. [tem/but]
sumber : http://www.beritajatim.com/detailnews.php/4/Hukum_&_Kriminal/2013-02-20/162490/Mahasiswa_Sumenep_Demo_Kejari_







0 komentar:
Posting Komentar